Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
Khazanah

Tips Puasa Tanpa Lemas: Cara Mencegah Dehidrasi Saat Ramadan

Tips Puasa Tanpa Lemas: Cara Mencegah Dehidrasi Saat Ramadan

Menjelang sore Ramadan, banyak orang merasakan sakit kepala ringan, mata berat, mudah emosi, dan mulut kering. Kondisi ini sering dianggap akibat lapar, padahal penyebab utamanya adalah kurang cairan.

Dokter menegaskan mencegah dehidrasi saat Ramadan menjadi kunci agar tubuh tetap fokus dan bertenaga hingga waktu berbuka.

Solusinya bukan minum banyak sekaligus, melainkan mengatur pola minum sejak berbuka sampai sahur.

Strategi Minum Air yang Benar

Jangan Menenggak Sekaligus Saat Berbuka

Banyak orang langsung menghabiskan beberapa gelas air saat azan Maghrib. Cara ini justru tidak efektif karena tubuh tidak mampu menyerap cairan dengan optimal.

Advertisement

Spesialis penyakit dalam menyarankan konsumsi 2–2,5 liter cairan sepanjang malam secara bertahap.

Pembagian ideal:

Advertisement
  • 2–3 gelas saat berbuka
  • 1–2 gelas setelah makan malam
  • 2 gelas saat sahur

Minum perlahan membuat tubuh menyerap cairan lebih baik dan membantu mencegah sakit kepala di siang hari.

Minuman yang Harus Dihindari

Tidak semua minuman membantu hidrasi saat puasa.

Advertisement

Hindari:

  • kopi dan teh berlebihan
  • soda manis
  • minuman berpemanis buatan

    Advertisement

Minuman tersebut memicu dehidrasi dan lonjakan gula darah cepat yang membuat tubuh makin lemas.

Makanan Tinggi Air Bantu Tubuh Tetap Segar

Air minum bukan satu-satunya sumber cairan. Menu makan juga berperan besar dalam mencegah dehidrasi saat Ramadan.

Advertisement

Buah dan sayur tinggi air menjaga keseimbangan cairan sekaligus mencegah kram.

Pilihan terbaik:

Advertisement
  • semangka
  • mentimun
  • jeruk
  • buah beri
  • yogurt
  • sup hangat

Air kelapa serta makanan sedikit asin membantu menjaga elektrolit tubuh tetap stabil.

Sahur: Fondasi Energi Seharian

Pilih Karbohidrat Lepas Lambat

Menu sahur menentukan kekuatan tubuh selama puasa. Karbohidrat kompleks melepaskan energi secara bertahap sehingga gula darah stabil.

Isi piring sahur:

  • oat, gandum utuh, kacang-kacangan
  • telur atau yogurt
  • alpukat dan kacang

Protein menjaga otot tidak cepat lelah dan membuat kenyang lebih lama.

Contoh menu:

  • oatmeal pisang dan chia seed
  • roti gandum alpukat telur
  • yogurt kacang dan beri
  • sup lentil minyak zaitun

Berbuka: Awali Ringan, Akhiri Seimbang

Cara berbuka menentukan hidrasi malam hari.

Mulai dengan:

  • kurma
  • air putih
  • sedikit kacang

Lalu lanjutkan makanan seimbang berisi protein, sayur, dan karbohidrat kompleks.

Menu ideal:

  • ayam panggang dan sayur kukus
  • nasi merah salmon bayam
  • wrap gandum sayur

Hindari gorengan berat karena memperlambat pencernaan dan memicu kantuk.

Cegah Sakit Kepala Saat Puasa

Selain minum cukup, kurangi kafein sebelum Ramadan. Tubuh yang tiba-tiba berhenti kopi rentan mengalami sakit kepala.

Menjaga jadwal tidur juga penting untuk membantu mencegah dehidrasi saat Ramadan dan menjaga konsentrasi.

Tidur Cukup Bikin Puasa Lebih Ringan

Tubuh membutuhkan 7–8 jam tidur per hari, meski terbagi antara malam dan siang.

Kurang tidur membuat:

  • mudah marah
  • cepat lelah
  • metabolisme terganggu

Agar tidur berkualitas:

  • kurangi layar sebelum tidur
  • hindari makan berat larut malam
  • buat jadwal tidur konsisten

Dengan hidrasi teratur, makanan tepat, dan tidur cukup, tubuh tetap stabil dan puasa terasa jauh lebih ringan.

Advertisement

Yuni Supit

Jurnalis dan penulis waktu.news yang berfokus pada liputan gaya hidup, wisata, dan budaya di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Dengan kepekaan terhadap tren dan pengalaman langsung di lapangan, Yuni menghadirkan tulisan yang informatif sekaligus menginspirasi pembaca untuk mengeksplorasi destinasi wisata lokal maupun nasional.

Berita terkait

Back to top button