✨ Selamat Hari Raya Idul Fitrih 1445 H, Mohon Maaf Lahir & Bathin

Media Network
Teknologi

Google Batasi Chatbot AI Gemini dalam Tanggapan Terhadap Pemilihan Umum Global

Google telah mengumumkan langkah-langkah baru yang mengharuskan chatbot AI-nya, Gemini, untuk tidak menjawab pertanyaan terkait pemilihan umum global yang akan datang. Langkah ini diambil untuk menghindari kemungkinan kesalahan teknologi dalam menyajikan informasi terkait pemilihan umum. Dalam pengumuman pada hari Selasa, perusahaan induknya Alphabet menegaskan keputusan ini sebagai bagian dari upaya untuk meminimalkan risiko penyebaran disinformasi dan berita palsu di era AI generatif.

Gemini, meskipun mampu memberikan respons yang canggih dalam berbagai topik, akan menampilkan pesan “Saya masih belajar bagaimana menjawab pertanyaan ini. Sementara itu, coba Google Search” ketika diminta untuk memberikan informasi terkait pemilihan umum, termasuk yang sedang ditunggu-tunggu seperti pertarungan presiden AS antara Joe Biden dan Donald Trump.

Google telah mengumumkan pembatasan serupa sebelumnya di Amerika Serikat pada bulan Desember, yang diterapkan menjelang pemilihan. Namun, kali ini, langkah ini diterapkan secara global, dengan perusahaan menyatakan kekhawatiran akan berbagai pemilihan umum yang dijadwalkan di seluruh dunia pada tahun 2024.

Selain AS, pemilihan umum besar juga akan diadakan di negara-negara seperti Afrika Selatan dan India, yang merupakan demokrasi terbesar di dunia. India sendiri telah meminta perusahaan teknologi untuk mendapatkan persetujuan pemerintah sebelum merilis alat AI yang masih diuji dan berpotensi memberikan informasi yang salah.

Langkah Google ini menggarisbawahi kekhawatiran global akan potensi penyebaran disinformasi dan penggunaan teknologi AI yang kurang akurat. Langkah serupa juga diambil oleh perusahaan lain seperti Meta Platforms, induk dari Facebook, yang mengumumkan pembentukan tim khusus untuk melawan disinformasi menjelang pemilihan Parlemen Eropa yang akan datang pada bulan Juni.

Meskipun demikian, CEO Google, Sundar Pichai, mengakui adanya ketidakakuratan dalam respons AI Gemini dalam membangkitkan gambar sejarah individu. Perusahaan tengah berusaha keras untuk memperbaiki masalah ini dan menjamin respons chatbot yang lebih akurat dan netral di masa depan.

JZ22AMI

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button