Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
Arena

Sangihe Taekwondo Club Borong Empat Medali di Hari Pertama Winner Championship

Satu emas dan tiga perak mengukuhkan STC sebagai kekuatan baru taekwondo di bawah asuhan Sabeum Nim Jeffry Taju

Sangihe Taekwondo Club (STC) langsung mengguncang arena Winner Championship Open Tournament 2026. Pada hari pertama, klub binaan Sabeum Nim Jeffry Taju itu menyabet empat medali sekaligus: satu emas dan tiga perak.

Medali emas lahir dari aksi gemilang Agung Prasetyo Baweleng. Ia tampil dominan sejak babak awal, mengontrol ritme pertandingan, dan menutup final dengan kemenangan meyakinkan.

Tiga perak disumbangkan Trias Miracle Kaehe, Amri Amhar Labora, dan Joyfuul Putra Sumapode. Ketiganya bertarung sengit melawan atlet dari berbagai daerah dan menunjukkan mental baja hingga laga penentuan.

Jeffry Taju menyambut hasil itu dengan bangga. Ia menilai medali bukan hadiah instan, melainkan buah dari disiplin latihan dan komitmen panjang para atlet.

“Anak-anak bertanding dengan hati. Mereka membuktikan kerja keras tidak pernah mengkhianati proses,” tegas Jeffry seusai pertandingan.

Pelatih STC itu menekankan pentingnya karakter. Menurutnya, taekwondo tidak hanya memburu podium, tetapi juga membentuk sikap hormat, keberanian, dan pengendalian diri.

Hasil hari pertama menjadi modal berharga. Jeffry meminta atlet tetap fokus dan tidak cepat puas karena masih banyak kelas yang akan dipertandingkan.

“Jaga kerendahan hati. Jadikan medali ini bahan bakar untuk tampil lebih baik di ronde berikutnya,” pesannya.

Keikutsertaan STC di turnamen ini membawa misi besar. Klub ingin melahirkan petarung yang mampu menembus level nasional bahkan internasional.

Empat medali awal mengirim sinyal kuat. STC menunjukkan diri sebagai salah satu pusat pembinaan taekwondo yang serius dan terstruktur.

Para atlet tampil percaya diri. Mereka bergerak cepat, membaca serangan lawan, dan memanfaatkan setiap celah untuk mencetak poin.

Dukungan orang tua dan pengurus turut menguatkan langkah. Sorak dari tribun memberi energi tambahan bagi para petarung muda Sangihe.

Winner Championship masih panjang. Namun start impresif STC sudah menancapkan reputasi dan membuka jalan menuju prestasi lebih tinggi.

Fadly Kasim

Menulis bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan untuk menyampaikan kebenaran dengan jernih dan tajam.

Berita terkait

Back to top button