Sukseskan Pilkada Serentak, Rabu 27 November 2024

Media Network
Nusantara

Anies Baswedan Pilih Muhaimin Iskandar sebagai Wakilnya di Pilpres 2024

Tinta.news | Sabtu lalu, mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan pilihan mengejutkan untuk pasangannya dalam pemilihan presiden 2024. Dia memilih Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, sebagai calon wakil presiden. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan popularitasnya di negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Saat ini, berdasarkan hasil survei pendapat, persaingan dalam pemilihan presiden diperkirakan akan sangat ketat antara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Kedua kandidat tersebut telah mendapat dukungan dari Presiden saat ini, Joko Widodo.

Anies, sementara itu, telah mengalami penurunan popularitas. Pilihannya untuk Muhaimin Iskandar, yang memimpin PKB, sebuah partai yang memiliki hubungan erat dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan 40 juta anggota, diharapkan dapat memberikan keuntungan tersendiri.

Prabowo dan Ganjar masih harus mengumumkan siapa yang akan menjadi wakil presiden mereka. Pendaftaran resmi kandidat dijadwalkan antara bulan Oktober dan November.

Dalam sebuah pidato di Surabaya, Jawa Timur, Anies mengatakan, “Dengan bergabungnya PKB, terasa seolah-olah koalisi ini akan bergerak lebih cepat, lebih besar, dan lebih stabil.”

Keputusan Anies untuk berpasangan dengan Muhaimin diharapkan dapat memperluas daya tariknya kepada pemilih, mengingat PKB dan NU dikenal sebagai pendukung Islam moderat. Analis politik Djayadi Hanan menyatakan bahwa Anies memerlukan “terobosan” mengingat pemilih intinya sebagian besar adalah kalangan konservatif.

Namun, ada juga potensi risiko dalam pemilihan Muhaimin sebagai pasangan Anies. Hal ini terutama setelah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan partainya secara resmi keluar dari koalisi Anies. Mereka menuduh Anies tidak memenuhi janjinya untuk memilih putra Yudhoyono sebagai pasangan.

“Jika Anda tidak bisa dipercaya sekarang, tidak bisa memenuhi komitmen, apa yang akan Anda lakukan saat memegang kekuasaan?” tanya mantan presiden tersebut.

Keputusan ini juga bisa berdampak pada kampanye Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang sebelumnya mendapatkan dukungan dari Muhaimin. Meskipun demikian, anggota senior dari partai Prabowo, Gerindra, menyatakan bahwa mereka menghormati keputusan Muhaimin yang memilih untuk bergabung dengan Anies.

Pemilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden ini akan menjadi sorotan dalam beberapa bulan mendatang, dan perlu diingat bahwa politik selalu penuh dengan kejutan dan perubahan. (tn)

Sumber reuters

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button