Sejarah Masuknya Islam di Bolaang Mongondow Raya: Dari Pesisir ke Pedalaman
Jejak Ulama dan Penguasa Lokal Membentuk Identitas Keagamaan Totabuan

Sejarah Islam Bolaang Mongondow Raya mencatat penyebaran agama Islam berlangsung jauh sebelum era kolonial modern. Catatan para pejabat kerajaan menyebut dakwah telah hadir sejak abad ke-12 dan berkembang bertahap dari pesisir menuju pedalaman Sulawesi Utara.
Islam tidak masuk melalui penaklukan, melainkan lewat jaringan ulama, pelaut, serta hubungan politik antarkerajaan.
Awal Kedatangan Ulama ke Sulawesi
Dokumen lokal dan arsip asing menyebut dakwah dibawa oleh ulama keturunan Timur Tengah yang datang melalui jalur Aceh.
Fase Awal Penyebaran
Tahun 1143 M: dakwah tiba di Sulawesi Selatan
Tahun 1167 M: ajaran Islam diterima di wilayah Bolaang
Tokoh lokal Bogani Bulan menjadi penerima awal
Penyebaran kemudian meluas melalui jalur perdagangan laut hingga wilayah kepulauan sekitar.
Masuk ke Lingkungan Istana Bolaang
Islam awalnya berkembang di masyarakat pesisir sebelum diterima kalangan bangsawan.
Peran Penguasa Lokal
Pada masa Punu Tadohe, ajaran Islam mulai dikenal di istana meski kepercayaan lokal masih kuat.
Perubahan besar terjadi ketika Loloda Mokoagow memeluk Islam dan mengubah gelar pemimpin dari Punu menjadi Datu.
Peristiwa ini menandai fase penting dalam sejarah Islam Bolaang Mongondow Raya karena agama resmi mulai diakui dalam pemerintahan.
Jaringan Dakwah Meluas Hingga Filipina
Hubungan maritim mempercepat penyebaran Islam.
Wilayah Sulawesi dan kepulauan Filipina memiliki interaksi politik dan perdagangan yang erat.
Islam berkembang melalui:
pelaut dan pedagang
murid-murid ulama
hubungan kerajaan pesisir
Jaringan ini menjadikan wilayah Bolaang sebagai bagian dari peradaban maritim Islam Nusantara.
Tantangan Kolonial dan Misi Eropa
Masuknya kekuatan Eropa mengubah dinamika keagamaan.
Masa Konflik Kepercayaan
misionaris Katolik Spanyol aktif di laut Sulawesi
VOC Belanda membawa misi Calvinis
Meski menghadapi tekanan, Islam tetap bertahan dan akhirnya menjadi agama mayoritas di Bolaang Mongondow Raya.
Kesimpulan
Sejarah Islam Bolaang Mongondow Raya menunjukkan proses panjang: dimulai dari dakwah ulama, diterima masyarakat pesisir, lalu dilegitimasi penguasa lokal. Interaksi maritim dan politik memperkuat penyebaran hingga menjadi identitas utama wilayah Totabuan saat ini.
- Safari Dakwah Habib Sayyid Aljufri Meriahkan HUT Boltara ke-18
- Mahabbah di Retret: Dua Karkun Berjumpa, Sirajudin & Helmi Hasan Bertukar Doa dan Nasihat



