Rahim Agung Lima Kerajaan Bolaang Mongondow Raya
Jejak Silsilah yang Menyatukan Mongondow, Kaidipang, Bolangitang, Bintauna, dan Bolango

Sejarah mencatat bahwa silsilah Bolaang Mongondow Raya menyatukan lima kerajaan besar jauh sebelum batas administrasi modern muncul. Catatan Stambom yang disalin Wilken dan Schwarz (1867) dari karya Geslacht Bolaang Mongondow milik Willem Damopolii menegaskan hubungan darah para Raja dan Datu di kawasan ini.
Narasi tersebut menunjukkan bahwa Mongondow, Kaidipang, Bolangitang, Bintauna, dan Bolango berasal dari satu garis leluhur yang sama, berpusat pada Negeri Mokapog.
Penyatuan Awal: Garis Manoppo dan Korompot
Raja Jacobus Manoppo menikahi Imba dan melahirkan Ki Namamonto. Putri Ki Namamonto kemudian dipersunting Raja Dauw Kaidipang Mauritz Datu Binangkal Korompot.
Dari pernikahan itu lahir Ki Gonggala dan Ki Papide.
Ki Gonggala Korompot kemudian menjadi Raja Kaidipang.
Peristiwa ini memperkuat fakta bahwa darah Mongondow dan Kaidipang berasal dari satu akar.
Lingkakowa dan Kekuasaan Bolangitang
Keturunan Ki Ginupit dan Lambatondo melahirkan beberapa tokoh, termasuk Ki Lingkakowa. Catatan Gubernur Robertus Padtbrugge abad ke-17 menggambarkan Lingkakowa sebagai penguasa perempuan tangguh di Bolangitang.
Kisah ini menjadi bukti awal penyebaran kekuasaan keluarga Mongondow ke wilayah pesisir utara.
Ekspansi ke Pinogu dan Suwawa
Ki Ponamon menikahi Ki Muji London dan menurunkan Poluwanbala (Pulubulawa) serta Poluwantabug.
Poluwanbala menikahi Lalimo dan melahirkan penguasa di Suwawa. Nama mereka kemudian diabadikan sebagai Gunung Pinogu dan Gunung Pulubulawa.
Jejak geografis ini memperkuat bukti sejarah keturunan Mongondow di Gorontalo.
Pertalian Darah Gorontalo dan Bolango
Intu-intu menikahi Napulangit dan melahirkan Malilang serta Lijalutu.
Lijalutu kemudian menikah dengan Golonggom, putra Mokodoludut.
Dari garis ini lahir tokoh penting:
- Punu Modeong
- Ki Tuntungija
- Ki Ginjaginjo
- Ki Batunseke
- Ki Mokoditek
Nama mereka kini menjadi nama desa di wilayah Bolaang Mongondow Utara.
Hubungan dengan Kerajaan Bintauna
Dalam garis lain, Ki Ginupit menikahi Boki Modayag Bulanboki dan melahirkan Ki Sanginjandatu. Ia kemudian menikah dengan Boki Sandilo dari Kerajaan Bintauna.
Hubungan ini memperkuat jaringan kekerabatan antarkerajaan di kawasan utara Sulawesi.
Jejak Hingga Siau dan Buol
Ki Jogugu Simbala menikahi Busolondo Kohongian Tambalate dari Gorontalo dan melahirkan Tambalate.
Ki Takadumakul menikahi Lakumanijong dari Siau dan melahirkan Ki Kantore.
Ki Kantore kemudian menikahi Likuimainding dari Buol dan melahirkan Tadohe dan Dasikulan.
Negeri Mokapog: Pusat Persatuan Lima Kerajaan
Tadohe diangkat sebagai Datu Mongondow.
Dasikulan menikahi Boki Ginggi atau Boki Mokapog.
Dari Boki Mokapog lahir garis keturunan yang menjadi dasar lima kerajaan: Mongondow, Kaidipang, Bolangitang, Bintauna, dan Bolango.
Inilah titik persatuan utama dalam silsilah Bolaang Mongondow Raya.
Makna Sejarah bagi Generasi Kini
Sejarah menunjukkan hubungan kekerabatan yang erat antardaerah. Banyak nama desa, gunung, dan wilayah berasal dari tokoh-tokoh dalam garis keturunan tersebut.
Karena itu, memahami silsilah Bolaang Mongondow Raya berarti memahami akar budaya, adat, dan identitas masyarakat setempat.
Sumber: Sumitro Tegela Zed
- Tradisi Adat Mopohabaru Sambut Lebaran 1445 H Disambut Ki Doni Pangulu
- Nikah Massal Gratis Bolmong: Cara Cepat Legalkan Cinta Tanpa Biaya



