Harga bawang putih Boltara naik signifikan dan langsung dibahas dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, Rabu (18/2/2026). Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mengikuti rapat secara daring yang dipimpin Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.
Bupati Sirajudin Lasena hadir bersama pimpinan OPD terkait dari ruang kerjanya. Rapat meninjau inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan kedua Februari 2026.
Data BPS menunjukkan inflasi pangan Bolaang Mongondow Utara terdorong kenaikan komoditas dapur, terutama bawang putih.
BPS Catat Kenaikan 12,50 Persen
Deputi Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut 130 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH bawang putih.
Harga bawang putih Boltara termasuk tinggi dengan lonjakan 12,50 persen.
Pemerintah pusat meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah menelusuri penyebab kenaikan bahan pokok.
“Kebutuhan makanan tidak bisa ditunda,” tegas Tomsi.
Cuaca Hujan Picu Lonjakan Harga Pangan
Dinas Perdagangan Boltara menemukan faktor cuaca sebagai pemicu utama kenaikan harga bahan pokok Boltara. Hujan beberapa hari terakhir menghambat distribusi.
Harga cabai rawit Boltara ikut naik:
-
10 Februari: Rp60.000 → Rp65.000/kg
-
18 Februari: Rp70.000/kg
Sementara harga bawang putih Boltara meningkat dari Rp40.000 menjadi Rp45.000/kg.
Pemda Siapkan Operasi Pasar
Pengawasan Distribusi Diperketat
Dinas Perdagangan mulai memantau distribusi sembako Boltara, terutama bawang putih dan cabai rawit.
Stabilkan Harga untuk Warga
Pemerintah daerah berencana menggelar operasi pasar Boltara untuk menahan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Upaya Tekan Inflasi Pangan
Pemda menargetkan harga bahan pokok kembali stabil dalam waktu dekat. Koordinasi TPID dan pengawasan lapangan diharapkan mampu meredam kenaikan harga bawang putih Boltara sekaligus menekan inflasi pangan daerah.
