Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

Media Network
Lokalin

Produksi Jagung Boltara 2025 Tembus 40.287 Ton, Sektor Pertanian Melesat

Kenaikan tajam ditopang pendampingan penyuluh, benih unggul, dan perluasan lahan tanam di enam kecamatan

Produksi jagung Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melonjak tajam pada 2025 dan menembus 40.287 ton. Angka ini melampaui capaian 2024 yang hanya 27.484 ton dan menjadi sinyal kuat kebangkitan sektor pertanian daerah.

Kepala Dinas Pertanian Boltara Sisca Nurcahyani Babay menegaskan kenaikan tersebut lahir dari kerja kolektif petani dan dukungan program pemerintah. Pendampingan lapangan, benih berkualitas, serta bantuan sarana produksi menjadi faktor penentu.

“Produksi 2025 naik signifikan. Hasil ini lahir dari pendampingan penyuluh, penggunaan benih unggul, dan dukungan infrastruktur pertanian,” ujar Sisca, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan peningkatan terjadi hampir di seluruh kecamatan. Produktivitas lahan terus membaik, ditopang cuaca yang relatif stabil sepanjang musim tanam Asep (Agustus–September 2025) dan Okmar (Oktober 2025–Maret 2026).

Pemerintah daerah tidak berhenti di angka tersebut. Boltara menyiapkan langkah lanjutan: memperluas areal tanam, memperkuat akses pasar, dan menjaga stabilitas harga petani.

“Jagung menopang ketahanan pangan sekaligus sumber pendapatan warga. Karena itu sektor ini menjadi prioritas Pemkab Boltara dan sejalan dengan program Presiden RI,” tegasnya.

Dengan produksi puluhan ribu ton, Boltara kian menegaskan diri sebagai lumbung jagung Sulawesi Utara. Perputaran ekonomi desa ikut bergerak melalui penyerapan tenaga kerja dan rantai distribusi.

Fondasi keberhasilan ini dibangun sejak pertengahan 2025. Pemda Boltara bersama kelompok tani memulai penanaman setelah menerima bantuan 107,2 ton benih dari Kementerian Pertanian—tahap I sebanyak 52,2 ton dan tahap II 55 ton.

Penanaman perdana digelar 10 Juni 2025 di Desa Busisingo Utara, Kecamatan Sangkub. Program itu melibatkan 453 Poktan di enam kecamatan dengan total lahan 3.500 hektare.

Ribuan petani bergerak serempak. Mereka mengoptimalkan teknologi budidaya, pemupukan berimbang, dan pola tanam terjadwal.

Hasilnya kini terlihat nyata. Produksi naik, pendapatan membaik, dan kepercayaan petani terhadap program pemerintah semakin kuat.

Pemkab Boltara berkomitmen menjaga momentum. Tahun berikutnya, fokus diarahkan pada hilirisasi dan kemitraan industri agar nilai tambah tidak keluar daerah.

Refli Puasa

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button