Gulat Pantai Sulawesi Utara Resmi Digelar di Manado, Ajang Cari Bibit Atlet Muda

Event perdana gulat pantai di Pantai Manado menjadi langkah awal pembinaan atlet menuju kompetisi nasional dan internasional

Cabang olahraga gulat pantai Sulawesi Utara resmi digelar untuk pertama kalinya di Pantai Manado pada Sabtu (7/3/2026). Kompetisi ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga gulat pantai di daerah sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda berbakat.

Event gulat pantai Sulawesi Utara ini berada di bawah naungan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) dengan dukungan Ketua Umum Gulat Pantai Indonesia Drs. Mourice Sihombing, M.Pd.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pencarian bibit atlet potensial yang dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan pada tingkat lebih tinggi.

Gulat Pantai Sulawesi Utara Jadi Ajang Pembinaan Atlet

Penyelenggaraan gulat pantai Sulawesi Utara di Pantai Manado menjadi tonggak baru dalam pembinaan olahraga di daerah.

Olahraga ini memadukan teknik gulat dengan tantangan bertanding di pasir pantai, sehingga menawarkan pengalaman berbeda bagi para atlet.

Event perdana ini diharapkan mampu memperkenalkan gulat pantai kepada masyarakat luas sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam cabang olahraga tersebut.

KONI Manado Dukung Event Gulat Pantai

Pembukaan kegiatan gulat pantai Sulawesi Utara turut dihadiri oleh perwakilan KONI Manado, Abid Takalamingan.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar event tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin di Kota Manado dan wilayah Sulawesi Utara.

Harapan Jadi Agenda Tahunan

Menurut Abid, kompetisi gulat pantai memiliki potensi besar untuk berkembang di daerah yang memiliki garis pantai luas seperti Sulawesi Utara.

“Penyelenggaraan lomba gulat pantai ini kiranya dapat menjadi kegiatan rutin di Kota Manado bahkan Sulawesi Utara,” ujarnya.

Panitia Gelar Event Perdana dalam Waktu Singkat

Ketua Panitia Rizal Kaharu mengungkapkan bahwa penyelenggaraan gulat pantai Sulawesi Utara tidak lepas dari kerja keras tim yang dibentuk sebagai tim percepatan.

Ia menjelaskan bahwa persiapan event dilakukan dalam waktu singkat, namun tetap berjalan dengan semangat kebersamaan.

“Kami hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan semuanya. Kami melakukan pelatihan di sekolah dan lapangan sebelum akhirnya memutuskan menggelar event perdana ini,” kata Rizal.

Dukungan PGSI dan Dispora Perkuat Semangat Panitia

Rizal menambahkan bahwa penyelenggaraan gulat pantai Sulawesi Utara juga mendapat dorongan dari Ketua Gulat Pantai Indonesia Drs. Mourice Sihombing, M.Pd yang sebelumnya telah menggelar event serupa di Jakarta.

Selain itu, dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara serta KONI Manado turut memberikan motivasi bagi panitia.

“Walaupun sederhana, dukungan dari Kadispora Provinsi dan KONI Manado menjadi penyemangat bagi kami,” jelasnya.

Sulawesi Utara Siap Jadi Pusat Gulat Pantai

Tim panitia yang terdiri dari Franky Paat, Hardinan J. Sangkoy, Jeri Pandensolang, Dicky E.W. Rumondor, Carles Gagola, dan Cristine Darminto kini menargetkan penyelenggaraan event yang lebih besar di masa mendatang.

Mereka berharap gulat pantai Sulawesi Utara dapat berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Dengan potensi garis pantai yang indah dan luas, Sulawesi Utara dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan olahraga gulat pantai di Indonesia.

Ke depan, olahraga ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet baru yang siap bersaing di berbagai kejuaraan.

Exit mobile version