Deretan VAR Terlama di Inggris, Keputusan Bisa Tertunda hingga 8 Menit

Sejak 2019, VAR Ubah Wajah Sepak Bola Inggris dan Picu Frustrasi Suporter

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) telah mengubah sepak bola level elite di Inggris secara drastis. Sejak diperkenalkan pada 2019, VAR memang membantu wasit mengambil keputusan, tetapi juga memunculkan masalah baru: penantian panjang yang menguras emosi pemain dan suporter.

Sejumlah laga bahkan tercatat mengalami pemeriksaan VAR terlama hingga delapan menit. Waktu yang seharusnya menjadi bagian dari pertandingan justru berubah menjadi momen penuh ketegangan dan perdebatan.

Standar Offside dan Handball Ikut Berubah

VAR tidak hanya memengaruhi jalannya laga, tetapi juga menggeser persepsi tentang apa yang dianggap offside dan handball. Keputusan kini bergantung pada garis, sudut kamera, dan teknologi, bukan lagi insting wasit di lapangan.

Ambisi untuk menghasilkan keputusan “paling benar” sering kali mengorbankan ritme permainan. Berikut lima pemeriksaan VAR terlama yang pernah terjadi di sepak bola Inggris.

1. Bournemouth vs Wolves (2025, 8 Menit)

Pemeriksaan VAR terlama terjadi di Piala FA musim 2024/2025. Laga Bournemouth melawan Wolves terhenti hingga delapan menit akibat pengecekan offside semi-otomatis.

Insiden kemelut yang melibatkan Dean Huijsen dan Milos Kerkez membutuhkan waktu lama untuk dianalisis. Suporter kedua tim serempak meneriakkan protes, menilai pertandingan kehilangan esensi sepak bola.

2. West Ham vs Nottingham Forest (2025, 6 Menit 14 Detik)

Nottingham Forest menambah keunggulan lewat Nikola Milenkovic, tetapi VAR membutuhkan lebih dari enam menit untuk mengesahkan gol tersebut.

Lagi-lagi, kepadatan pemain membuat teknologi semi-otomatis tak berfungsi maksimal. Wasit harus menggambar garis manual, memicu pertanyaan tentang kesiapan teknologi yang digunakan di level tertinggi.

3. West Ham vs Aston Villa (2024, 5 Menit 37 Detik)

West Ham sempat merayakan gol penentu kemenangan di menit akhir. Namun perayaan itu buyar setelah wasit dan VAR memeriksa kemungkinan handball dalam proses gol Konstantinos Mavropanos.

Rekaman tayangan ulang tak memberikan kepastian. Pandangan kamera terhalang, pemain berdesakan di garis gawang. Meski begitu, gol tetap dianulir dan meninggalkan kekecewaan besar di kubu West Ham.

4. Newcastle vs Manchester City (2026, 5 Menit 30 Detik)

Kemenangan 2-0 Manchester City atas Newcastle di semifinal Carabao Cup Januari 2026 diwarnai kontroversi panjang. Sundulan Antoine Semenyo dianulir setelah VAR bekerja lebih dari lima menit.

Teknologi offside semi-otomatis gagal membaca posisi karena jarak Nick Pope dan Erling Haaland terlalu rapat. VAR akhirnya kembali ke metode lama dengan menggambar garis manual, memicu kritik keras dari publik dan pengamat.

5. Bournemouth vs Burnley (2023, 5 Menit)

Burnley sempat berharap pada gol telat Jay Rodriguez. Awalnya, asisten wasit mengangkat bendera offside. VAR kemudian menyatakan Rodriguez onside. Namun setelah pemeriksaan lanjutan, keputusan kembali berubah: offside.

Hasilnya, Burnley gagal menyamakan skor dan kalah 1-2 dari Bournemouth. Keputusan berlapis ini menjadi simbol betapa rumit dan membingungkannya proses VAR.

VAR Dipertanyakan, Ritme Sepak Bola Jadi Taruhan

Rangkaian insiden ini memperlihatkan dilema VAR. Di satu sisi, teknologi bertujuan menciptakan keadilan. Di sisi lain, penundaan ekstrem justru merusak alur pertandingan dan emosi penonton.

VAR mungkin membuat keputusan lebih presisi, tetapi pertanyaannya kini bukan hanya soal benar atau salah, melainkan apakah sepak bola masih terasa sebagai permainan yang mengalir.

Exit mobile version