Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

Media Network
Arena

Ricuh di GOAT Tour Messi Kolkata: Puluhan Ribu Fans Murka, Stadion Salt Lake Dirusak

Massa sekitar 80.000 orang menuding penyelenggara salah urus, akses penonton dibatasi, tuntutan refund menggema

Acara yang menghadirkan Lionel Messi dalam rangkaian GOAT Tour di Stadion Salt Lake, Kolkata berakhir kacau. Di tengah kerumunan sekitar 80.000 penonton, sebagian fans meluapkan amarah hingga dilaporkan merusak area stadion, menuding panitia melakukan mismanajemen parah dan gagal memberi pengalaman sesuai janji.

Kemarahan semakin membesar setelah beredar sejumlah testimoni emosional. Ada penonton yang mengaku membatalkan bulan madu demi melihat Messi. Ada pula yang mengatakan ia meninggalkan prosesi pernikahan hanya untuk datang ke stadion-namun tetap tak mendapat kesempatan menyaksikan sang bintang dengan layak.

Sejumlah penggemar menilai masalah utama ada pada akses yang buruk dan dugaan perlakuan istimewa untuk VIP. Mereka menuduh area dekat Messi dipenuhi tokoh penting dan selebritas, sementara pemegang tiket-bahkan yang membayar mahal-terhalang pandangan dan tidak bisa melihat jelas.

Kekecewaan juga dipicu durasi kemunculan Messi yang disebut sangat singkat. Beberapa penonton mengeluhkan sang pemain hanya terlihat sebentar dan tidak melakukan aktivitas yang diharapkan, sehingga mereka merasa uang, waktu, dan emosi terbuang.

Pasca-kericuhan, tuntutan pengembalian uang (refund) menggema. Banyak fans menyebut acara itu “penipuan” dan mendesak pihak terkait bertanggung jawab. Situasi memanas ketika, menurut laporan, sebagian penonton melempar botol dan kursi dari tribun sebelum Messi meninggalkan stadion.

Kontroversi ini tidak berhenti di stadion. Di media sosial, kemarahan meluas dan memicu perdebatan tentang kualitas tata kelola sepak bola setempat. Jurnalis senior Rajdeep Sardesai ikut menyoroti insiden tersebut sebagai cermin problem yang lebih besar: euforia kedatangan bintang dunia dianggap hanya menghasilkan panggung foto untuk elite dan selebritas, tanpa memberi dampak nyata bagi pembinaan dan ekosistem olahraga.

Hingga kini, publik terus menuntut evaluasi total dan akuntabilitas atas penyelenggaraan yang dinilai gagal, sementara citra Kolkata-kota yang dikenal kental dengan budaya sepak bolanya-ikut terseret oleh kericuhan tersebut.

Editor

Dari Lensa Jurnalisme, Menjadi Suara Publik

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button